Saturday, November 27, 2010

23 November 2010

Just watched HP7 Part 1 in theatre and got an annoying news.

Okay, seems like I'm not the only one who's not that interested in seeing the H/Hr dancing scene. Yates deleted a tender and light R/Hr scene, because he said it's too light and they don't have enough duration. But He can find time for that stupid H/Hr dance for LIGHTNESS (like what he said). Come on, who's the couple! What do you think will happen to H/Hr, they're dancing while ron is not there. I've been disappointed since the first time I heard that there would be that dancing scene. And even more disappointed now after knowing that a great R/Hr scene is deleted. But thank God the scene is on the DVD which is going to be released someday in April 2011.
I do think, Yates is not that into the books. (:
Ceritanya Kok Kamu Banget...

Kalau kamu suka nulis, terutama nulis cerita fiksi pasti pernah ngerasain malu dibaca orang, terutama orang terdekat karena ceritanya tuh hampir seluruhnya mirip banget sama yang kamu alami. Takut sendiri ama yang bakal kamu dengar dari temen - temen kamu. Karena biasanya mereka bakal bilang, " Wah, ini mah ceritanya lo banget ya! Hihihi." atau, " Hmm.. Si dodi di novel lo ini pasti maksudnya si Rido mantan lo itu deh!" Aduuuuuuuhhh, males banget gak sih denger komentar - komentar yang kayak gitu! Dan sebelnya lagi, siapa lagi coba yang bakal kamu mintain baca ceritamu yang belum di publish itu kalau bukan orang - orang terdekat kamu.. Huft..

Tapi sebelum kamu merasa malu, coba deh baca bibliografi penulis fiksi favorit kamu dan bandingkan dengan karya tulisannya. Pasti ada deh, sesedikit apapun, yang bakal bikin kamu "Ohhh gitu.." "Ohh ternyata Hermione kutu buku itu karena emang JK Rowling nya dulu juga kutu buku.."

Bahkan, jika kamu baca bukunya Meg Cabot yang Size 12 Is Not Fat, di bagian belakangnya Cabot menceritakan kisah - kisah masa lalunya yang memang dia implikasikan ke dalam novelnya. Intinya, masa lalu dia, dia tuliskan tapi dengan karakter bernama Heather Wells dan dengan dibubuhi cerita imajinasinya.

So, awal - awalnya emang gak enak, tapi kalau fiksi kamu berhasil diterbitkan, orang luar sana yang baca nggak akan ngeh juga kali.

Dan dengan menulis berdasarkan apa yang pernah kita alami atau apa yang pernah kita rasakan, pasti banyak yang pengen ditulis dan menulisnya pun penuh gairah.

So, feel free to write! ;)

Monday, November 01, 2010



What's Written in The Stars ??






Ok, That's probably weird. I watched this video in one of tv channel and I just liked it, I didn't even know who Tinie Tempah and Eric Turner were.  Let me introduce them then :)


Tinie Tempah is an English rapper from South London. His original name is Patrick Okogwu. This song, Written in The Stars, is a single taken from his debut album Discovery. See the picture of him below.





Eric Turner is an american singer/songwriter who looks like a rocker XD and who's also a teacher, that's what I read. He actually contributes in a band called 'Street Fighting Man' as the lead singer. Written in The Stars was written by him :) And err, I couldn't find any picture of him, but you can see him in the video above, right.. :)
And about the song.. I don't know. I like the song, for sure. It's a great song. But honestly, this song reminds me of Eminem's Love The Way You Lie and B.O.B's Airplanes. Musically, they might be different, but the order is the same. Maybe that's how the rap songs work, anyway.. :)

Wednesday, October 20, 2010


Ini gambar buat kaos bagian belakang.. tapi yang ini mah kecila aja di sudut.





gambar yang ini buat bagian depan...



KIra -kira harganya berapa ya??? O.o

Friday, August 20, 2010



His Dark Material Trilogy
(11 Agustus 2010)

Akhirnya................ Aku selesai baca buku His Dark Material. Lama banget aku nyelesain buku terakhir, The Amber Spyglass, entah berapa bulan baru baru selesai semenjak aku beli di Gramed. Banyak jedanya, entah itu karena bosen, karena capek mikir, karena imajinasiku udah mentok, atau karena disela buku Gossip Girl, dan sebagainya. Tapi sekarang udah tamat itu kayak yang "ah, I'm gonna miss you so much!" Padahal sebenernya itu buku aku kan, aku bisa baca itu kapan aja, tapi kayaknya aku gak akan baca untuk kedua kalinya walau sesuka apapun aku terhadap Will & Lyra, soalnya gak akan pernah ada yang menyaingi betapa spesialnya membaca saat pertama kali. Kalo yang kedua kalinya, selain kita udah tau ceritanya, khusus untuk buku ini, aku males namatin berbulan - bulan lagi, dan ujung ceritanya tuh sucks bgt, gak mau dua-dua kali lah.

Baca buku ini imajinasinya harus kuat, bener banget, tapi itu gak wajib juga yang penting kamu enjoy baca cerita fantasi, gak harus pecinta fantasi juga. Tau gak,sampai saat ini aku masih belum kebayang gyropter tu bentuknya kayak gimana, aku nyerah pas baca deskripsi tentang gyropter dan memutuskan bodo amat yang penting ngerti jalan ceritanya. Haha :D Bahkan aku belum ngerti sepenuhnya fungsi Dust ini, mungkin karena jeda waktu yang panjang antara buku kedua dan terakhir dan juga mengingat aku gak baca buku kesatu, cuma nonton filmnya aja.

But overall, seriously, this serial is awesome and crazy and controversial. Mungkin kamu gak akan pernah nemuin cerita fantasi yang serumit dan segila yang satu ini. Semacam ajal, dunia kematian, wali surga, malaikat, otoritas, perang melawan otoritas, semuanya menurut aku benar - benar gila. Yang jelas -jelas bertentangan dengan apa yang agama aku ajarkan. Seakan - akan si Pullman ini atheis, tapi kalau memang dia atheis, kayaknya dia tau banyak tentang gereja. Kalo demon menurut aku itu bukan hal yang gila, karena hal ajaib tentang demon inilah yang membuat aku terpesona saat nonton the Golden Compass yang kemudian memaksaku membeli buku The Subtle Knife dan akhirnya penasaran akan The Amber Spyglass yang ujung - ujungnya aku beli juga.

Seakan semua kegilaan itu belum cukup, ending nya pun gak sesuai yang aku harapkan. Aku sepertinya orang yang selalu mengharapkan happy ending dan kebahagiaan yang rata, yang aku dapatkan dengan gembira pada akhir cerita Harry Potter dan Twilight. Tapi buku yang satu ini sungguh berbeda dengan Harry Potter atau pun Twilight di mana Harry bahagia bersama Ginny dan Ron bersama Hermione atau Bella bersama Edward dan Jacob bersama Nessie. Buku ini diakhiri dengan tangisan, perpisahan. Oh, salah satu hal yang paling aku benci di dunia ini: Perpisahan. (Sumpah, baru tamat baca tadi banget, masih anget, jadi sekarang pun aku masih pengen nangis). Aku gak akan ngebocorin endingnya kayak gimana. Ending yang gak banget ini bukannya bikin aku benci sama buku ini, tapi malah aku makin tergila-gila ma serial ini. Don't ask me why, coz I don't know. Kadang - kadang orang memang mencintai apa yang dia benci. Kayak kalo kamu ngeliat seseorang ngelakuin hal yang menurut kamu keren setengah mati, kamu bakal bilang," Sumpah ni orang minta dicekik, gila parah!" dan kemudian kamu akan mulai mengoleksi foto - foto dia.

Lyra dan Will. Aku benar - benar suka pasangan yang satu ini, yang satu pemberani dan yang satu sangat tertutup. Walau sepertinya Philip Pullman agak berlebihan. Maksudku, cara mereka bertingkah dan bertuturkata dan jatuh cinta itu seakan-akan mereka lebih tua dari Justin Bieber. Tapi entahlah, mungkin gak lebay juga, waktu aku seumuran mereka, aku gak pernah mengalami perjuangan sehebat mereka bersama berdua begitu kan. Maksudnya liat aja Jenny Humphrey yang masih 14 tahun atau tonton lagi aja Harry Potter 3 di mana tokoh-tokoh utamanya berusia 13 tahun, mereka sama sekali gak keliatan masih kanak-kanak kan?? Don't you really get it? Ah, nevermind...

Aku bener - bener pengen kedua buku sisanya difilmin. Kalau saja aku tau tempat di mana aku bisa protes, then I'll do it! Mengingat internet membuat dunia ini borderless. Aku pengen liat visualisasi bentuk tetap Pantalaimon dan Kirjava, aku pengen tau siapa yang bakal meranin Will, atau mungkin aku pengen tau seperti apa gyropter, ajal,gallivespia, dll. You know what I'm thinking?? Kayaknya orang - orang hollywood ini gak mau memfilmkan bukan karena ditolak oleh gereja, seperti kata rumor - rumor itu, tapi selain karena film Golden Compass kurang sukses juga karena creature2 di buku ini sangat sangat menakjubkan sehingga mereka takut gak bisa bikinnya. Do I sound silly?? :D

Kalau suatu hari aku bertemu Philip Pullman, satu hal yang ingin kutanyakan, "Lyra and Will. Will they meet again someday in the future and die together like Asriel and Coulter?", dan berharap jawabannya adalah,"Yes." ;)

And am I the only one who thinks that all His Dark Material series is worth to be filmed?? Huft.. :(


Quotes that suck:

"Tolong berbaik hatilah pada Lyra selama ia hidup. Aku mencintainya lebih daripada siapapun yang pernah dicintai," Will Parry. (kepada Serafina Pekkala) *pengen nangis lagi T,T*

Prinsipku dalam melakukan penelitian untuk novel adalah " Bacalah seperti kupu-kupu, tulislah seperti lebah", dan kalau cerita ini mengandung madu, hal itu sepenuhnya karena kualitas nektar yang kutemukan di karya-karya penulis yang lebih baik. - Philip Pullman-

Wednesday, August 18, 2010

Philip Pullman


Aku baru selesai baca The Amber Spyglass tanggal 11 kemaren, review aku post nanti. Udah selesai sih nulisnya.. He :D Tapi nanti saja ya... :)

Setelah dibaca, ternyata si Philip Pullman ini terinspirasi oleh buku Paradise Lost nya John Milton loh.. Pernah denger tentang Paradise Lost?? Ya, aku pernah. Waktu semester 2, mata kuliah literature, aku pernah research tentang Augustan Age dan Renaissance yang di dalamnya ada tentang John Milton dan Paradise Lost nya. Aku sampe pinjem buku yang super tebal yang isinya ada cuplikan - cuplikan karya sastra Inggris pada sekitar abad 16-18. Tapi sayang presentasinya gak tamat gara - gara beberapa kesalahan dan John Milton gak sempat kesebut :(

Ya, yang lalu biarlah berlalu :)

Love,

Miss padfoot